Tuesday, January 25, 2011

Kisah Penjaga Kebun Yang Displin

Pada suatu masa Ibrahim bin Adham pernah menjadi buruh dgn mengambil upahan menjaga kebun buah-buahan. Terdapat bermacam-macam buah di kebun tersebut diantaranya delima, anggur dan lain-lain. Tugas Ibrahim adalah menjaga dan membersihkan kebun itu. Ibrahim tidak memberitahukan siapa dirinya dan pemilik kebun juga tidak bertanya.

Pada suatu hari tuan pemilik kebun ingin memakan buah delima dari kebunnya.

"Ambilkan buah delima yang manis-manis, aku ingin memakannya," kata pemilik kebun.
Ibrahim memetik lalu memberikan kepada pemilik kebun tpi ternyata delima itu masam.

Ibrahim memetik lagi lalu diberikan kepada pemilik kebun tetapi hasilnya tetap masam. Lantas Ibrahim mengambil lagi sebakul delima dan diberikannya kepada tuannya. Setelah dimakan, ternyata masam juga.


"Masam lagi? Masya Allah. Engkau ini bagaimana, telah sekian lama bekerja di kebunku ini, tapi belum juga tahu yang mana satu delima yang masam atau manis,"


"Aku bekerja di sini hanya sebagai penjaga kebunmu saja, bukan tukang rasa. Jadi aku tidak tahu yang mana satu yang manis atau yang masam kerana aku tidak pernah merasanya" jwb Ibrahim.


Mendengr jwpn itu, pemilik kebun itu terdiam kehairanan sambil memandang muka tukang jaga kebunnya. Setelah difikir-fikir sifat-sifaynya dia percaya pekerjanya itu adalah Ibrahim bin Adham. Setelah identitinya diketahui, dia segera beredar dari kebun tersebut untuk mengelakkan dirinya dari kenali oleh sesiapa.

Siapa Ibrahim Adham??
Ibrahim bin Adham atau nama asalnya ialah Abu Ishak Ibrahim bin Adham dilahirkan daripada keluarga bangsawan Arab yang kaya raya. Beliau terkenal sebagai seorang raja Balkh yang sangat luas wilayah kekuasaannya. Kehidupan seorang raja Balkh yang bernama Ibrahim bin Adham yang luas pemerintahannya dan hidup di dalam kemewahan, tetapi akhirnya berkelana menjadi ahli sufi yang terkenal. Baginda menemui Allah Subhanahu wata’ala pada tahun 165H/782M di negeri Persia. Taubat Ibrahim itu merupakan sebuah kisah yang sangat unik bagi umat Islam yang merintis kehidupan yang penuh dengan tipu daya di dunia ini. Wallahu ‘alam.

Wanita Yang Cantik

Wanita Itu Cantik...
"Ketika wanita diciptakan, ia
diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Diciptakan
bahunya cukup kuat untuk menopang dunia;
namun, harus cukup lembut untuk memberikan
kenyamanan."

"Diberikannya kekuatan dari dalam
untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan
yang seringkali datang dari anak-anaknya."
"Diberinya kekerasan untuk membuatnya tetap
tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh
keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa
mengeluh."

"Diberinya kepekaan untuk mencintai
anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika
anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."
"Diberinya kekuatan untuk mendukung
suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan
tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."

"Diberinya kebijaksanaan untuk mengetahui
bahwa seorang suami yang baik takkan pernah
menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji
kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada
disisi suaminya tanpa ragu."
"Dan akhirnya, diberinya air mata untuk
dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk
digunakan bilapun ia perlukan."

"Kecantikan seorang wanita bukanlah
dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia
tampilkan, atau bagaimana ia menyisir
rambutnya.Kecantikan seorang wanita harus
dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya,
tempat dimana cinta itu ada."